Awas Penyakit Menurun. Yuk, Kenali Penyebab Umum Penyakit Parkinson.

penyakit parkinson
Sumber: halodoc.com

Dilansir dari laman Alodokter, penyakit parkinson merupakan penyakit yang terkait dengan kerusakan atau kematian sel saraf di bagian otak yang disebut susbstantia nigra. Sel saraf tersebut berperan dalam memproduksi dopamin, senyawa kimia yang mengirim pesan dari otak ke sistem saraf, dan juga membantu mengontrol gerak tubuh.

Bagi penderita penyakit parkinson, sel saraf di susbstantia nigra mengalami kerusakan atau mati, sehingga jumlah dopamin dalam otak berkurang. Hal tersebut mengakibatkan, gerak tubuh menjadi lambat dan tidak normal.

Keadaan sel saraf yang mati dan menyebabkan berkurangnya dopamin, merupakan proses yang berlangsung sedikit demi sedikit. Gejala penyakit parkinson ini baru muncul ketika jumlah sel saraf di susbstantia nigra yang mati mencapai sekitar 80 persen.

Penyebab umum terjadinya penyakit parkinson dikarenakan kurangnya jumlah neurotransmitter dopamine di dalam susunan saraf. Ketika otak memerintahkan suatu aktifitas, seperti mengangkat lengan, sel-sel saraf di dalam ganglia basalis akan membantu menghaluskan gerakan tersebut dan mengatur perubahan sikap tubuh. Ganglia basalis berperan sebagai pengolah sinyal dan mengantarkan pesan ke talamus, yang akan menyampaikan informasi yang telah diolah kembali ke korteks otak besar.

Sebagian besar sinyal tersebut diantarkan oleh senyawa kimia neurotransmitter sebagai impuls listrik di sepanjang jalur saraf dan di antara beberapa saraf. Neurotransmitter yang paling utama dalam ganglia basalis adalah dopamin.

Saat terkena penyakit parkinson, sel-sel saraf pada ganglia basalis mengalami kemunduran sehingga menjadikan pembentukan dopamin berkurang dan hubungan dengan sel saraf dan otot lainnya juga menjadi lebih sedikit.

 Hal yang menyebabkan kemunduran dari sel saraf dan berkurangnya dopamin terkadang tidak diketahui. Karena penyakit ini cenderung diturunkan, meski terkadang faktor genetik juga tidak memegang peran utama. 

Di sisi lain, terkadang penyebab umum dari penyakit parkinson juga diketahui. Nah, pada beberapa masalah, parkinson merupakan jenis komplikasi yang sangat lanjut dari ensefalitis yang disebabkan oleh suatu virus yang mengakibatkan peradangan pada otak.

Pada masalah yang lain juga terjadi jika penyakit degeneratif lainnya, obat-obatan atau toxic memengaruhi atau menghalangi kinerja dopamin di dalam otak, seperti obat antipsikosis yang digunakan untuk mengobati paranoid berat dan skizofrenia juga menghambat kerja dopamin pada sel saraf.

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan untuk terjangkit penyakit ini, antara lain:

1. Faktor keturunan. Dalam data survei diperkirakan terdapat sekitar 15 persen penderita penyakit parkinson yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit yang sama. Nah, pada kasus tersebut, penyakit parkinson memungkinkan disebabkan oleh mutasi pada gen.

2. Faktor lingkungan. Seseorang yang sering terkena paparan racun seperti pestisida, herbisida, polusi udara akibat aktivitas industri atau asap kendaraan bermotor, memiliki potensi yang tinggi untuk terkena penyakit parkinson.

Selain itu, penyakit parkinson  ini juga terkait dengan gumpalan protein yang tidak normal. Gumpalan protein tersebut  disebut lewy bodies yang terbentuk di sel saraf otak yang berperan untuk memproduksi dopamin.

Menurut laman Hellosehat, anak yang masih muda jarang terkena penyakit parkinson, dan penyakit ini memang sering terjadi pada orang paruh baya atau lanjut usia lebih dari 60 tahun, oleh sebab itu penyakit termasuk salah satu penyakit degeneratif. Selain itu, penyakit ini lebih banyak menyerang pria daripada wanita.

Ketika tidak memiliki adanya faktor risiko bukan berarti Anda tidak memiliki kemungkinan untuk bisa mengidap penyakit parkinson. Nah, tanda ini hanya sebagai referensi. Untuk mendapat keterangan yang lebih jelas dan pasti. Anda dapat berkonsultasi kepada dokter spesialis yang kompeten dalam bidangnya.

Posting Komentar

1 Komentar