5 Hal tentang Uang yang Harusnya Kita Pelajari dari Orang Tua

apa itu bnk digital

Banyak dari kita belajar soal uang bukan dari buku finansial, tapi dari rumah. Dari cara orang tua menabung, menahan keinginan, sampai bagaimana mereka bertahan di masa sulit. Mungkin dulu kelihatannya sederhana, tapi makin dewasa, kita sadar, banyak prinsip keuangan mereka justru relevan banget hari ini.

Mereka tidak bicara soal investasi atau inflasi, tapi punya kebiasaan yang jadi pondasi kestabilan finansial. Dan menariknya, semua itu masih bisa kita terapkan di era digital sekarang, apalagi dengan hadirnya berbagai inovasi seperti apa itu bank digital yang bantu ngatur keuangan lebih praktis.

Berikut lima hal yang seharusnya kita pelajari dari orang tua tentang uang.

1. Kalau Belum Mampu, Jangan Beli

Prinsip klasik yang sering diulang: jangan belanja kalau belum punya uangnya. Orang tua dulu menabung dulu baru membeli, bukan sebaliknya. Mereka lebih menghargai proses menunggu karena tahu rasanya punya sesuatu dari hasil usaha sendiri.

Sekarang, di tengah banyaknya promo dan paylater, prinsip ini jadi pengingat penting, kalau belum mampu, jangan paksakan. Karena kepuasan sesaat sering kali jadi penyesalan jangka panjang.

2. Menabung Itu Bukan Sisa, Tapi Prioritas

Buat generasi dulu, menabung bukan soal sisa, tapi kewajiban. Mereka langsung menyisihkan uang sejak awal, baru sisanya digunakan untuk kebutuhan.

Kebiasaan ini bisa kita adaptasi dengan teknologi masa kini, seperti fitur auto-debit di aplikasi keuangan atau bank digital. Jadi, kamu nggak perlu menunggu “ada sisa” baru menabung.

3. Hidup Sederhana Nggak Bikin Kamu Kalah

Orang tua tidak mengejar gaya hidup. Mereka tahu batas kemampuan dan nggak malu hidup sederhana. Nilai ini penting banget di era media sosial yang sering bikin kita membandingkan hidup sendiri dengan orang lain.

Hidup sederhana bukan berarti menahan diri dari hal menyenangkan, tapi tahu kapan harus berhenti. Prinsip ini justru bikin kamu bisa lebih fokus pada tujuan keuangan yang lebih besar.

4. Catat Uangmu, Jangan Cuma Ingat di Kepala

Dulu orang tua rajin mencatat pengeluaran di buku kecil. Sekarang, kita bisa melakukannya dengan lebih praktis lewat aplikasi atau apa itu bank digital yang mencatat semua transaksi otomatis.

Tapi esensinya tetap sama, kamu harus tahu ke mana uangmu pergi. Karena tanpa catatan, uang bisa hilang tanpa sadar. Disiplin kecil ini bisa jadi pembeda antara keuangan yang berantakan dan yang sehat.

5. Uang Itu Perlu Dipelajari, Nggak Bisa Cuma Dihafal

Banyak orang tua belajar dari pengalaman, bukan teori. Tapi semangat mereka untuk terus belajar soal uang patut ditiru. Sekarang kita punya lebih banyak akses informasi, dari artikel, podcast, sampai apa itu bank digital yang bisa bantu kelola uang dengan lebih efisien.

Kamu nggak perlu jadi pakar investasi, cukup tahu dasar cara menabung, mengatur anggaran, dan menghindari utang konsumtif. Dari situ, kamu sudah selangkah lebih siap menghadapi realita finansial.

Penutup: Nilai Lama, Cara Baru Bersama Krom Bank

Nilai-nilai yang orang tua ajarkan soal uang memang sederhana, tapi tetap relevan di era serba digital. Bedanya, kini kita punya alat bantu yang memudahkan semua hal itu dilakukan secara modern.

Salah satunya lewat Krom Bank, bank digital yang memadukan kebiasaan finansial lama dengan kemudahan teknologi. Dengan bunga tabungan 6% per tahun dan bunga deposito mencapai 8,25% per tahun, Krom Bank bantu uangmu tumbuh lebih cepat. Kamu juga bisa membuat hingga 20 kantong tabungan dan 40 deposito sesuai tujuan finansialmu.

Fleksibilitasnya tinggi: kamu bisa mencairkan deposito kapan pun tanpa penalti, melakukan 100 kali transfer gratis setiap bulan, dan bebas biaya admin. Semua itu bisa diakses lewat aplikasi yang mudah digunakan, diawasi oleh OJK dan Bank Indonesia, serta menjadi peserta penjaminan LPS.

Karena pada akhirnya, pelajaran terbaik dari orang tua tetap sama: bijaklah mengelola uangmu. Hanya saja, kini kamu bisa melakukannya dengan cara yang lebih cerdas, lewat Krom Bank.

Posting Komentar

0 Komentar